
Gorontalo, 3 November 2026 – Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, melaksanakan kegiatan Kuliah Praktisi Administrasi Perpajakan melalui kunjungan akademik ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gorontalo, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman secara langsung kepada mahasiswa mengenai sistem administrasi perpajakan serta implementasinya dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi secara langsung dari praktisi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengenai tiga aspek utama, yaitu struktur administrasi perpajakan modern, prosedur pelaporan dan kepatuhan pajak digital, serta perkembangan regulasi perpajakan terbaru.
Dosen pengampu, Alfiyah Agussalim, S.A.P., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan kuliah praktisi merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mempertemukan pemahaman teoritis mahasiswa dengan praktik yang berlangsung di lapangan. "Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dari instansi yang berkaitan dengan bidang keilmuannya. Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana administrasi perpajakan dijalankan, sekaligus mengetahui berbagai perkembangan dan tantangan dalam sistem perpajakan di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Administrasi Publik, Dr. Yakob Noho Nani, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik penyelenggaraan pemerintahan. "Administrasi perpajakan merupakan salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan administrasi publik. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami konsep yang dipelajari di ruang perkuliahan, tetapi juga perlu melihat secara langsung bagaimana sistem administrasi, pelayanan, dan kebijakan perpajakan diterapkan oleh pemerintah," tuturnya.
Perwakilan mahasiswa, Alfridho Musa, menyampaikan bahwa kunjungan akademik ini memberikan pengalaman dan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami administrasi perpajakan, khususnya terkait penerapan sistem perpajakan digital dan kebijakan yang berlaku. "Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman bahwa administrasi perpajakan bukan sekadar persoalan menghimpun penerimaan negara, tetapi juga mencakup sistem pelayanan, kepatuhan, transparansi, dan tata kelola yang harus berjalan secara efektif. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat persoalan perpajakan secara lebih kritis dan memahami peran pemerintah dalam pengelolaan penerimaan negara," ungkapnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada praktisi DJP. Berbagai isu turut menjadi perhatian, mulai dari transformasi digital perpajakan, kepatuhan wajib pajak, hingga strategi pemerintah dalam menjaga penerimaan negara di tengah dinamika kondisi ekonomi. Melalui kegiatan Kuliah Praktisi Administrasi Perpajakan ini, diharapkan mahasiswa mampu membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola perpajakan serta menghubungkan teori administrasi publik dengan realitas penyelenggaraan pemerintahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas, kritis, dan adaptif terhadap dinamika administrasi publik, khususnya dalam bidang administrasi perpajakan di Indonesia.
Fakultas Ilmu Sosial
Kuliah Umum Narasumber Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si.